FPMS Gelar Diskusi Akhir Tahun: Menakar Proyeksi Desa Menuju Soppeng "Sukses Setara 2030"
SOPPENG, SULAWESI SELATAN - Alqantaranews.id- Forum Pemerhati Masyarakat Soppeng (FPMS) menggelar diskusi santai bertajuk Ngopi Diskusi Akhir Tahun yang dilaksanakan di Warkop Daeng Sija Jalan Latenribali, Rabu 24 Desember 2025, dengan Mengangkat tema "Refleksi dan Proyeksi Desa Menuju Soppeng Sukses Setara 2030", kegiatan ini menjadi panggung bedah gagasan masa depan desa di Bumi Latemmamala.
Ketua FPMS, Muh. Tariqullah.SE, menjelaskan bahwa diskusi ini memiliki momentum ganda: menyambut Hari Desa Nasional (15 Januari 2026) sekaligus merefleksikan satu tahun kepemimpinan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, Suwardi dan Selle Ks Dalle (SUKSES).
"Forum ini adalah wadah silaturahmi sekaligus formula untuk melahirkan ide segar. Kita ingin memproyeksikan arah kebijakan desa agar selaras dengan visi Soppeng Sukses Setara 2030," ujar Tariqullah.
Kepala Dinas PMD Soppeng, Abdul Chair, yang hadir mewakili Bupati, menekankan pentingnya tata kelola Dana Desa yang patuh hukum. Ia mengingatkan bahwa efektivitas dan transparansi adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat desa.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Lompulle, A. Amri, S.Sos, memberikan catatan kritis mengenai efisiensi anggaran. Ia mendorong pemerintah desa untuk tidak hanya bergantung pada dana stimulan, tetapi mulai berinovasi menggali potensi lokal.
"Tanpa inovasi, desa akan kewalahan mengejar target Sukses Setara 2030," tegasnya.
Dari sudut pandang teknis, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM), Andi Chandra Budiman, SP, membeberkan fakta lapangan. Menurutnya, banyak program hasil musyawarah desa yang mandek akibat beban anggaran yang terlalu besar. Ia juga menyoroti peran strategis pendamping desa dalam memfasilitasi program-program baru, termasuk inisiatif Koperasi Desa Merah Putih.
Menutup rangkaian paparan, akademisi sekaligus advokat, Rusdianto Sudirman, SH., MH, memberikan perspektif hukum dan manajerial. Ia mengingatkan pemerintah daerah (Dinas PMD) untuk serius melakukan penataan desa dengan mempertimbangkan kondisi demografis.
"Perubahan visi-misi yang terlalu sering berdampak pada konsistensi dokumen perencanaan seperti RPJMDes. Prinsip kehati-hatian harus diutamakan," pesan Rusdianto.
Salah satu poin menarik yang mengemuka dalam diskusi ini adalah penguatan Koperasi Desa Merah Putih. Inisiatif ini digadang-gadang akan menjadi penyangga ekonomi desa yang mampu mendorong kemandirian serta kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Diskusi yang dipandu oleh Rusliadi Darwis, S.Pd ini diakhiri dengan harapan besar agar FPMS terus menjadi jembatan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat demi kemajuan Soppeng di masa depan.(*)
Editor : Andi Pooja
Pemimpin Redaksi : Rosdiana Hadi, S Sos


.jpg)
