Puasa Ramadhan Sebagai Tombo Ati di Bulan Suci

NUANSA ISLAMIAH

Puasa Ramadhan Sebagai Tombo Ati di Bulan Suci.




بِــــــــــــــسْÙ…ِ اللّٰــــــــــــهِ الرَّØ­ْÙ…ٰÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْــــــــــــم

الـــسَّـــلَامُ عَـــلَـــيْـــكُـــم ÙˆَرَØ­ْـــمَـــةُ الـــلّٰـــهِ ÙˆَبَـــرَÙƒَـــاتُـــهُ


PUASA RAMADHAN SEBAGAI "TOMBO ATI"  DI BULAN SUCI

Menyimak sebuah lagu ini " Tombo ati iku limo perkorone. Kaping pisan moco Kuran lan maknane. Kaping pindo solat wengi lakonono. Kaping telu wong kang soleh kumpulono. Kaping papat wetengiro ingkang luwe. Kaping limo dikir wengi ingkang suwe. Salah sawijine sopo iso ngelakoni. Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani_


Syair lagu di atas adalah syair lagu berbahasa Jawa. Jika syair lagu di atas diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, adalah seperti yang di bawah  ini..

 

_Obat hati itu ada lima. Yang pertama, membaca Alquran dan maknanya. Yang kedua, mendirikan shalat malam. Yang ketiga, berkumpul dengan orang shalih. Yang keempat, memperbanyak berpuasa. Yang kelima, berlama-lama dzikir malam. Salah satunya siapa bisa menjalani. Moga-moga ALLAH  mencukupi.._


Lima perkara tersebut, sebagaimana syair lagu di atas, dapat kita amalkan saat bulan suci Ramadhan kali ini untuk meningkatkan ketakwaan kita dan meningkatkan kualitasnya. Hal itu, sekaligus dapat menjadi resep obat hati agar kita terhindar dari sifat kerasnya hati..


Pertama, membaca Al'quran. Tentu tidak hanya membaca secara lisan saja, tetapi disertai dengan memahami maknanya. Membaca satu-dua ayat Al'quran  disertai dengan pemahaman mendalam (dan berusaha mengamalkannya) jauh lebih baik daripada membaca sepuluh ayat, tetapi hanya sekedar membaca saja tanpa disertai pemahaman..


Kedua, menahan lapar atau berpuasa. Dalam waktu yang bersamaan kita berada dalam bulan Ramadhan, yang di dalamnya kita diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Hal itu sebagaimana pesan Al'quran ini, 

Wahai orang-orang  yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."_

*(QS. Al-Baqarah : 183)*.


  Ketiga & keempat dapat dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan, yaitu mendirikan shalat malam (shalat tarawih) dan dilanjutkan dengan  merendahkan diri ‘di hadapan’ Allah (berdzikir) pada sepertiga malam, waktu ashar/sahur..


  Kelima, berkumpul dengan orang-orang shalih. Tidak dipungkiri bahwa manusia akan dipengaruhi karakternya dengan siapa ia bergaul atau berkumpul. Maka berkumpul dengan para shalihin adalah salah satu dari cara untuk memperbaiki diri..

۞ اَللهُÙ…َّ صَÙ„ِّ عَÙ„َÙ‰ سَÙŠِّدِÙ†َا Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ ÙˆَعَÙ„َÙ‰ آلِ سَÙŠِّدِÙ†َا Ù…ُØ­َÙ…َّدٍ ۞

Selamat beraktivitas di hari _Senin_

° Awali dengan _Bismillah_

° Jalani dengan _Lillah_

° Akhiri dengan _Alhamdulillah_,

° _In Sya Allah Barokah_,

_Aamiin Ya Robbal'alamin_ 🤲

Redaksi 

A.Rosha

Editor 

A.Hasmuliaty

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak