Desa Bulue Soppeng Bangun Jembatan Dengan Swadaya, Pemkab Seakan Tutup Mata


SOPPENG – Alqantaranews.id - Melihat Kondisi Jembatan  yang hampir ambruk dan rapuh kita jadi  terenyuh dan miris melihatnya , dan ketika Janji politik dan  Janji  Pihak  pemerintah tak kunjung ditepati, masyarakat mengambil langkah nyata. Itulah yang terjadi di Dusun Datae, Desa Bulue, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng, di mana warga secara mandiri membangun sebuah jembatan penghubung  yang alternatif bagi Warga Desa Bulue  dan sekitarnya, dengan semangat gotong royong tanpa bantuan pemerintah daerah.


Kondisi Jembatan  di Dusun Datae Desa Bulue Kecamatan Marioriawa Kabupaten Soppeng, yang hampir ambruk di bangun dengan Swadaya masyarakat  tanpa Dana Desa dan APBD.

       Keadaan Jembatan Desa Bulue Soppeng 


 Jembatan dengan panjang sekitar 13 meter dan tinggi 6 meter itu kini berdiri kokoh berkat dana swadaya masyarakat dan sumbangan dari sejumlah donatur. Pembangunan ini dilakukan setelah warga menunggu bertahun-tahun janji Pemkab yang tak kunjung terealisasi.

“Sungguh aneh tapi nyata, Pemkab tidak pernah hadir untuk menunjukkan empati, apalagi membantu. Kami seolah ditinggalkan untuk menyelesaikan masalah infrastruktur yang seharusnya menjadi tanggung jawab pemerintah,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya, Kamis (23/10/2025).


 Nada kekecewaan juga disampaikan oleh warga lainnya.


> “Kami sudah jenuh dengan janji-janji yang tidak pernah ditepati. Terpaksa kami harus berinisiatif sendiri untuk membangun jembatan ini. Dana desa dan APBD yang kami harapkan tidak pernah ada, sehingga kami harus mengandalkan dana swadaya dan sumbangan donatur,” tutur salah satu warga dengan nada tegas.


Langkah nyata Warga Desa Bulue Soppeng 

 Jembatan Desa Bulue Soppeng  dalam tahap penyelesaian 


 Langkah warga ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat sudah tidak lagi menunggu janji, melainkan bergerak sendiri demi memenuhi kebutuhan dasar mereka. Di tengah keterbatasan, gotong royong kembali menjadi solusi yang membanggakan.

 Sementara itu, Bahtiar, warga tempat lainnya, menuturkan bahwa jembatan tersebut ditargetkan akan selesai dan bisa dilalui pada 2 November mendatang, setelah dilakukan acara syukuran dan peresmian sederhana.


> “Kami berharap jembatan ini menjadi simbol kebersamaan dan semangat gotong royong warga Bulue. Dengan adanya jembatan ini, akses warga semakin mudah dan ekonomi desa bisa meningkat,” ujarnya melalui sambungan telepon.


Pembangunan jembatan swadaya di Desa Bulue ini menjadi pesan moral yang kuat bagi pemerintah, bahwa masyarakat bukan hanya butuh janji, melainkan kehadiran nyata dan kepedulian terhadap kebutuhan dasar warga. 

( Tim.IWO Kemakmuran).

Editor :  Andi Pooja

Tim Redaksi : Rosdiana Hadi,S.Sos

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak