Jangan Mencela Waktu

 MOTIVASI RELEGI


Jangan Mencela Waktu 

*Semangat Pagi*

Senin, 27 Oktober 2025


Alqantaranews.id - Bismillaaahir Rohmaanir Rohiimi Allahumma Sholli 'Alaa Sayyidina Muhammad

Dalam hidup pergaulan di jaman yang serba modern ini bagi kaum Muslimin harus memperhatikan dan mengamalkan larang larang Allah SWT, dan berikut  kebiasaan kita yang tak luput dari  pantauan kita dan di larang  oleh Allah SWT dan   Rasulullah: 

kebiasaan sepele tapi dilarang oleh Rasulullah, dan seringnya kebiasaan ini dilakukan oleh sebagian besar dari kita dengan tanpa menyadarinya.

Berikut perbuatan  yang dan larangannya


(1) Menguap tanpa menutup mulut.


Yang benar, jika ingin menguap maka tahanlah sekuat mungkin, atau menutup mulutnya sekuat mungkin. Atau berwudhu kembali jika ingin beraktivitas kembali agar badan kembali segar. Atau segera tidur / istirahat jika sudah mengantuk agar badan nanti kembali fresh dan selamat dari marabahaya ketika perjalanan.


(2) Duduk diantara 2 orang tanpa izin.


Yang benar, jika itu shaf dalam masjid dan ada ruang duduk maka meminta izin untuk duduk di tengah-tengah. Jika tidak mendapatkan izin ya sudah cari tempat duduk yang lain. Atau jika sudah tidak ada ruang duduk ya tidak usah meminta izin, langsung carilah tempat duduk yang lain.


(3) Makan dan minum dengan tangan kiri.


Yang benar adalah makan dan minum dengan menyebut asma Allah lalu makan dan meminum memakai tangan kanan, karena ini kesunnahan, sedangkan makan dan minum memakai tangan kiri adalah keharaman. Jika tangan kanan kotor, atau cacat atau sakit atau berhalangan, jika memungkinkan maka doronglah dengan tangan kiri agar tangan kanan bisa difungsikan. Kecuali jika tangan kanan putus atau tidak punya tangan kanan, maka boleh makan dan minum dengan tangan kiri. Dan jika kidal, maka tetap diusahakan makan dan minum dengan tangan kanan.


(4) Berjalan dengan satu sandal saja.


Yang benar, jika sandal kita putus salah satu, maka lepaslah dan bawalah jika ingin dibenahi kembali. Dan berjalanlah dengan tanpa bersandal dua-duanya. Atau dibuang jika tak ingin diperbaiki, dan berjalan dengan tanpa bersandal kedua telapak kaki kita.


(5) Mengangkat pandagan ke langit saat shalat.


Yang benar adalah saat shalat mengarahkan pandangannya ke tempat sujud, atau minimal ke depan pandangan atau di bawahnya. Atau boleh kadang-kadang menutup matanya terutama ketika jadi imam dan ingin bacaannya tidak terganggu. Tapi yang lebih afdhal adalah tetap membuka matanya dan mengarahkannya ke tempat sujud.


(6) Mencela makanan.


Yang benar, jika tidak suka dengan makanan yang sudah dihidangkan, maka tetaplah makan semampu kita dalam batas yang kita bisa dipaksakan. Atau jika tidak suka sama sekali maka biarkanlah dan meminta maaf kepada yang menghidangkan karena tidak bisa memakan. Jangan pernah mencela makanan apalagi yang telah dihidangkan.


(7) Meniup makanan dan minuman yang panas.


Yang benar, jika dihidangkan makanan yang panas dan kita tidak kuat dengan panasnya maka tunggulah sampa dingin baru kita makan. Atau jika kita ingin segera dingin maka kipasilah. Jangan meniup makanan dan minuman ketika panas (terutama minuman) karena bisa membahayakan kesehatan.


(8) Mengganggu orang yang sedang shalat.


Dan ini termasuk dosa besar. Yang benar adalah biarkan orang lain yang shalat dengan khsuyu'. Jangan menganggu dengan suara maupun tindakan yang menyebabkan konsentrasi shalatnya terpecah, walaupun itu dengan bacaan Al Quran, apatah lagi suara yang lainnya.


(9)  Jangan Mencela waktu.


Jangan mencela waktu, karena ini termasuk dosa besar. Yang benar adalah kita bersyukur kepada Allah Ta'ala. Waktu adalah anugerah dan nikmat dari Allah Ta'ala kepada kita semua, yang dengannya kita bisa memanfaatkan untuk beribadah, beramal shalaih dan melakukan segala aktivitas kita. Pergunakanlah waktu untuk kebaikan.


(10) Jangan Menyombongkan diri ketika berjalan.

Yang benar adalah berjalan dengan tawadhu dan tenang. Hindari berjalan dengan bangga diri, sedikit menengadahkkan kepala, dan membusungkan dada sebagai tanda kesombongan.

Semoga Allah Ta'ala senantiasa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya kepada kita sehingga bisa menghindari kebiasan buruk di atas, dan bisa melakukan hal-hal yang benar.

Aamiin yaa Rabbal 'aalamiin.

Wassalamu'alaikum warohmatullaahi wabarokatuh.(Red)

Editor : Andi Pooja

Tim Redaksi: Rosdiana Hadi,S.Sos

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak