Gorong-gorong Sebagai Jembatan Harapan, TMMD ke-127 Kodim 1423/ Soppeng, Transformasi Infrastruktur Desa Jampu
SOPPENG, SULAWESI SELATAN – Alqantaranews.id - Dari jauh, suara mesin moleng dan teriakan semangat bergema di titik pembangunan pondasi rintisan jalan Desa Jampu, debu pasir menyelimuti wajah para pekerja, tapi senyum tetap terpampang di setiap raut muka mereka, tak ada yang merasa lebih penting dari yang lain, semua berkumpul di sana dengan satu tujuan yang sama.
Personel Satgas TMMD bergerak dengan terampil, membimbing warga dalam membentuk pondasi gorong-gorong yang kokoh, ada yang mengukur ukuran dengan cermat, ada yang mencampur semen dan pasir dengan proporsi tepat, ada yang membawa material dari satu tempat ke tempat lain, seperti bagian-bagian dari sebuah mesin besar, setiap orang menjalankan perannya dengan penuh tanggung jawab. "Tidak ada yang bisa berdiri kokoh kalau hanya sendirian," ujar salah satu prajurit sambil menyikat keringatnya.
"Seperti pepatah bilang 'satu tangan tidak bisa berdengung hanya dengan bergandengan tangan kita bisa membuat sesuatu yang berarti."
Ketika matahari mulai miring kebarat, selaku DAN SSK TMMD ke 127 Kodim 1423/Soppeng, Kapten Inf Paisal mengumpulkan semua para personil satgas TMMD untuk sekilas berbicara, wajahnya penuh rasa bangga melihat hasil kerja keras selama beberapa hari. "Seperti pepatah yang kita tahu, 'tanah yang subur akan menghasilkan panen yang melimpah'," ucapnya dengan suara yang kuat dan jelas. "Kita sedang menyiapkan dasar yang baik agar desa bisa tumbuh dan berkembang dengan pesat. Setiap batu yang kita susun, setiap sendok tanah yang kita gali semua adalah investasi untuk masa depan anak cucu kita".
Pondasi gorong-gorong yang kini berdiri kokoh di tengah jalan bukan sekadar struktur beton. Ia adalah bukti nyata bahwa perubahan bukan hal yang mustahil, harapan yang perlahan sirna, tapi kini suasana sudah berbeda, warga mulai melihat bahwa masa depan bisa lebih baik, bahwa mereka punya kekuatan untuk mengubah nasib desa mereka sendiri, jelas Dan SSK".
Pak Jamil, seorang petani yang sudah lima puluhan tahun tinggal di desa ini, mengusap keringat yang menetes di pelipisnya. Dia mengingat bagaimana setiap musim hujan, jalan yang dia lalui setiap hari akan tergenang seperti danau kecil hasil panen jagungnya sering macet di tengah jalan. "Dulu saya berpikir, ini nasib desa kita tidak mungkin bisa berubah," ujarnya sambil mengangkat batu pondasi bersama para personel TNI muda.
Dirinya juga mengungkapakan "Bukannya tidak bisa berubah, cuma butuh kerja sama dan tekad yang kuat, sambil melihat salah satu prajurit TMMD sambil menyusun dan menata dengan rapi setiap batuan pondasi, di matanya terpancar harapan baru, harapan yang tumbuh dari tanah yang sama, tapi kini sudah disiapkan dengan baik untuk menanamkan impian yang lebih besar.
Langkah desa menuju kemajuan sudah mulai terlihat jelas, seperti aliran air yang akan mengalir lancar melalui gorong-gorong yang mereka bangun bersama-sama.(*)
Redaksi
Sapta Rini Sunardi S IP
Editor
Andi Hasmuliati


