Satu Tahun Pemerintahan Suwardi-Selle: Dr. Sri Muliathy Samad.M.Kes Apresiasi Kepemimpinan Yang Realistis dan Sikap Terbuka, Bentuk Tanggung Jawab moral Kepada Rakyat di Tengah Tantangan Infrastruktur

 Satu Tahun Pemerintahan  Suwardi-Selle:  Dr. Sri Muliathy Samad.M.Kes  Apresiasi  Kepemimpinan Yang Realistis dan  Sikap Terbuka, Bentuk Tanggung Jawab moral Kepada Rakyat di  Tengah Tantangan Infrastruktur 




SOPPENG, SULAWESI SELATAN – Alqantaranews.id -
  Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, dan Wakil Bupati Selle KS Dalle, mendapat perhatian khusus dari berbagai tokoh masyarakat. 


Salah satunya datang dari       , yang memberikan apresiasi atas transparansi dan kerendahan hati bupati dalam memaparkan capaian serta kendala pemerintah daerah.

​Melalui unggahan di laman media sosial pribadinya (22/2/2026), Dr.  Sri Muliathy  Samad.Mkes  mengaku bangga sekaligus salut atas kejujuran yang ditampilkan Suwardi Haseng di akhir pemaparan kinerjanya.

​Keberanian Meminta Maaf

​Poin utama yang disoroti adalah momen ketika Bupati Suwardi Haseng secara terbuka meminta maaf kepada masyarakat Soppeng terkait persoalan air bersih. 

Bupati mengakui bahwa hingga saat ini, program pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai sumber kehidupan sehari-hari belum sepenuhnya "tersentuh" sesuai harapan.

​"Saya bangga dan salut ke beliau. Di ujung pidatonya, beliau meminta maaf kepada masyarakat Soppeng tentang ketersediaan air bersih..beliau mengatakan belum 'menyentuh' sama sekali program tersebut," tulis dr. Sri Muliathy 

​Langkah Strategis di Tengah  di tengah Keterbatasan Anggaran 

​Meskipun mengakui adanya kendala, Dr. .Sri Muliathy mencatat bahwa pemerintah daerah tidak tinggal diam. Saat ini, Pemkab Soppeng telah melakukan langkah-langkah teknis dan strategis, di antaranya:

​Eksplorasi Air Tanah: Menjalin kemitraan dengan PT Kaji Reka Bumi untuk mencari sumber air bersih dalam tanah sebagai alternatif dari mata air pegunungan.

​Lobi Tingkat Pusat: Mengingat keterbatasan APBD Soppeng dan adanya defisit anggaran pusat (APBN) untuk daerah, Bupati tengah gencar melakukan lobi ke Komisi V DPR RI dapil Sulsel dan Kementerian PUPR.

​Realitas Anggaran: Pemenuhan prasarana air bersih membutuhkan biaya yang sangat mahal, sehingga mengandalkan APBD murni dianggap sulit untuk dialokasikan saat ini.

​Harapan Kedepan

​Apresiasi dari  Dr. Sri Muliathy Samad Dina, ini mencerminkan dukungan terhadap kepemimpinan yang realistis dan berorientasi pada solusi jangka panjang. Sikap terbuka bupati dianggap sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada rakyat di tengah tantangan infrastruktur yang berat.(Red)

Redaksi 

Sapta Rini Sunardi S IP 

Editor 

Andi Hasmuliati

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak