Dinilai Lambat, Tokoh Pemuda Minta Pemda dan KNPI Papua Segera Benahi Caretaker KNPI Biak

 Dinilai Lambat, Tokoh Pemuda Minta Pemda dan KNPI Papua Segera Benahi Caretaker KNPI Biak



​BIAK – Alqantaranews.id -  Proses organisasi yang dijalankan oleh Caretaker DPD KNPI Kabupaten Biak Numfor mendapat sorotan tajam dari tokoh pemuda setempat. Dinamika persiapan Musyawarah Daerah (Musda) X yang dinilai berjalan mundur dari jadwal memicu desakan agar Pemerintah Daerah dan DPD I KNPI Provinsi Papua segera mengambil langkah tegas.


​Kiwa David Wanma, tokoh pemuda yang juga mantan Sekretaris Cabang GMKI Biak, mengungkapkan kekecewaannya atas lambatnya proses konsolidasi organisasi. Ia menyebut persiapan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) dan Musda X KNPI Biak telah bergeser jauh dari jadwal yang ditetapkan.


​"Kami meminta Pemerintah Daerah untuk serius mengawal kinerja Caretaker DPD KNPI Biak tahun 2026 ini. Prosesnya sudah molor dan terkesan tidak ada perkembangan yang berarti," ujar Kiwa saat dihubungi awak media pada Jumat (29/05/2026).


​Lebih lanjut, Kiwa menyoroti legalitas kepengurusan Caretaker saat ini yang dinilai sudah tidak berlaku. Menurutnya, Surat 

Keputusan (SK) Caretaker telah terhitung tiga bulan sejak diterbitkan pada 26 Februari 2026.



​"SK tersebut sudah tidak berlaku. Saat ini kita menunggu langkah dari DPD I KNPI Provinsi Papua, apakah akan memperpanjang SK yang ada atau menunjuk Caretaker baru. Kami berharap DPD I jeli dalam menentukan sosok pengampu, karena beberapa Caretaker sebelumnya dinilai selalu menemui kendala legitimasi yang di minta Pemda" tegasnya.


​Terkait bursa bakal calon Ketua KNPI Biak, Kiwa menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan hierarki organisasi. Calon ketua harus memenuhi syarat utama, yakni pernah menjadi pengurus KNPI, pernah memimpin organisasi pemuda, berusia maksimal 40 tahun, serta mengantongi rekomendasi dari pengurus KNPI Distrik dan OKP terdaftar.


​Selain itu, ia memberikan catatan kritis terkait penentuan Dewan Pengurus Kecamatan (DPK) KNPI. Kiwa mengingatkan agar pengisian struktur tersebut harus melalui mekanisme pleno Caretaker, bukan sekadar penunjukan sepihak.


​"KNPI adalah wadah kaderisasi, bukan tempat asal comot oknum yang tidak pernah berproses di KNPI," tambahnya.

​Dalam kesempatan tersebut, Kiwa juga melontarkan wacana syarat tambahan bagi calon pemimpin KNPI Biak ke depan. Ia mengusulkan agar calon ketua harus merupakan putra asli daerah yang memiliki marga Biak.

​"Banyak anak asli Biak yang memiliki kemampuan kepemimpinan mumpuni. Syarat ini bisa diperkuat dengan rekomendasi dari Mananwir Er (Marga) atau Mananwir Bar (Wilayah Adat) sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal," pungkasnya. (C)',


Penulis/Pewarta:

C

Editor:

Andi Sri Hasmuliaty 

Redaksi/Publizher:

Andi Rosha 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak