Kapolda Aceh Irjen.Pol.Ruddi Setiawan Sebut Senjata Api Perampok Toko Emas di Aceh Selatan Milik Polri

 Kapolda Aceh Irjen.Pol.Ruddi Setiawan Sebut  Senjata Api Perampok  Toko Emas di Aceh Selatan Milik Polri 




ACEH SELATAN, – https : // alqantaranews.idKapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengatakan, senjata api yang digunakan oknum anggota Polri berinisial MZ (28) saat merampok di Toko Emas Amin Setia, Tapaktuan, Aceh Selatan, merupakan senjata milik Polri.

"Ya, (senjata) itu milik kita, makanya anggota Polri," kata Ruddi kepada wartawan, Senin, 21 Juli 2026.

Selain memastikan status senjata api tersebut, Ruddi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Aceh atas keterlibatan anggotanya dalam kasus perampokan bersenjata itu.

"Pertama, saya sebagai Kapolda Aceh meminta maaf kepada masyarakat Aceh atas kejadian yang dilakukan oleh oknum anggota Polri di Polres Aceh Selatan," ujarnya.

Ruddi mengatakan kasus tersebut kini ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh. Nantinya, kata dia, oknum tersebut akan diproses secara kode etik.

"Sementara anggota tersebut sekarang sedang dilakukan proses penyidikan. Nanti juga kita kenakan kode etik," katanya.

Ruddi mengungkapkan, hasil penyidikan sementara menunjukkan motif pelaku diduga dipicu persoalan ekonomi. Meski demikian, kata dia, penyidik masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap seluruh fakta.

"Motif sementara berdasarkan hasil penyidikan adalah masalah ekonomi atau keuangan. Namun masih kita lakukan pendalaman lagi. Nanti akan kami sampaikan (perkembangannya)," katanya.

Sebelumnya, Polda Aceh menangkap MZ, oknum anggota Polri yang diduga melakukan perampokan bersenjata api di Toko Emas Amin Setia, Jalan Merdeka, Kecamatan Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. 

Dalam penangkapan itu, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk satu pucuk senjata api yang digunakan saat menjalankan aksinya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, polisi menyatakan jika pelaku telah mengakui perbuatannya, sementara penyidikan terus dilakukan untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.(*)

Redaktur - Andi Rusdi 

Editor - Andi Pooja 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak