Sejumlah Kepala Daerah dan Politisi Disebut Merapat ke Golkar Sulsel, Pengamat Unhas Soroti Daya Tarik IAS
MAKASSAR, http://alqantaranews.id — Pergerakan sejumlah kepala daerah dan politisi dari berbagai latar belakang partai politik yang disebut mulai bergabung dengan Partai Golkar menjadi sorotan di Sulawesi Selatan.
Di tengah konsolidasi internal DPD I Partai Golkar Sulsel, sosok Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel, Ilham Arief Sirajuddin (IAS), disebut memiliki daya tarik politik yang mendorong sejumlah figur untuk mendekat dan bergabung dengan partai berlambang pohon beringin tersebut.
IAS sendiri terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI pada 18 Juli 2026 untuk periode 2026–2031.
Sejumlah langkah konsolidasi kemudian dilakukan di bawah kepemimpinannya. Dalam struktur kepengurusan baru, Rahman Pina dipercaya sebagai Sekretaris, Supriansa sebagai Ketua Harian, dan Amirullah Nur sebagai Bendahara Umum.
Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Sukri, menilai faktor ketokohan IAS menjadi salah satu aspek yang memengaruhi keputusan politisi maupun kepala daerah untuk mendekat ke Partai Golkar.
"Daya tarik IAS menjadi salah satu magnet penentu banyaknya kepala daerah dan politisi partai lain berpindah untuk bergabung menjadi kader Partai Golkar Sulsel," kata Prof. Sukri, Kamis (24/9/2026).
Menurut Sukri, keterbukaan Partai Golkar terhadap figur dengan latar belakang berbeda juga menjadi pertimbangan politik bagi mereka yang memilih bergabung.
Ia menilai, dinamika tersebut tidak terlepas dari persiapan menghadapi kontestasi politik mendatang. Para politisi dan kepala daerah, kata dia, tentu memiliki pertimbangan masing-masing dalam menentukan kendaraan politik yang dinilai sesuai dengan kepentingan dan arah politik mereka.
"Boleh jadi, ini menjadi persiapan para politisi dan kepala daerah untuk mempersiapkan diri maju di Pemilu mendatang. Maka mereka mencari partai yang sesuai untuk menghadapi persaingan politik nantinya," ujarnya.
Sukri menambahkan, nama besar partai, ruang politik yang tersedia, serta kesesuaian visi dan misi dapat menjadi sejumlah pertimbangan bagi figur yang hendak menentukan pilihan politik.
"Mungkin para politisi dan para kepala daerah melihat Golkar sejalan dengan visi dan misinya, dan Golkar memberikan ruang untuk memenangkan pertarungan politik," katanya.
Ia juga melihat kepemimpinan IAS dapat menjadi salah satu faktor dalam proses konsolidasi tersebut. Namun, keputusan seseorang untuk berpindah atau bergabung dengan partai politik tetap merupakan keputusan politik masing-masing figur.
"Jadi pengaruh Pak IAS sangat besar dalam menarik para kepala daerah dan politisi partai lain bergabung di Golkar. Yang paling utama, mereka melihat Golkar sejalan dengan visi dan misinya dan Golkar menjadi partai politik yang memberi mereka ruang untuk bertarung di Pemilu mendatang," jelas Prof. Sukri.
Di sisi lain, konsolidasi Golkar Sulsel di bawah IAS terus berjalan. Sebelumnya, IAS juga menyatakan akan bersinergi dengan Supriansa untuk membesarkan kembali Partai Golkar di Sulsel.
Editor : Andi Pooja
Redaksi : Andi Rosha

