Prof Dr Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Perintahkan APH Usut Tuntas Keracunan MBG 100 Siswa di SMPN 2 Cisarua Bogor

 Prof Dr Sutan Nasomal Desak Presiden Prabowo Perintahkan APH Usut Tuntas Keracunan MBG 100 Siswa di SMPN 2 Cisarua Bogor



BOGOR –https: www// alqantaranews -Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diakui sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat di pegunungan dan daerah terpencil. Namun banyak pihak mensinyalir pengelola MBG berusaha mendulang keuntungan dengan bahan makanan tidak layak konsumsi hingga korban keracunan berjatuhan.


"Pengelola MBG mestinya diperiksa sebagaimana pesta pada umumnya, penyelenggaranya diperiksa APH. Kok ini rada beda atau diabu-abukan. Presiden Bapak H. Prabowo Subianto kiranya memerintahkan pihak terkait menyidik kasus keracunan di SMPN 2 Cisarua Kabupaten Bogor," ujar Prof Sutan Nasomal, SH., MH., Ketua Umum Perkumpulan Advokat Muda Indonesia (PAMID) di Markas Pusat Partai Oposisi Merdeka Cijantung Jakarta, Selasa (21/10/2026).


Diketahui, lebih dari 100 siswa SMPN 2 Cisarua mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG. Bupati Bogor Rudi Susmanto turun langsung memastikan seluruh siswa mendapat bantuan medis cepat.



Prof Sutan menegaskan, jika makanan yang dikonsumsi tidak layak atau kadaluarsa, pemilik dapur SPPG harus bertanggung jawab secara hukum.

"INDONESIA NEGARA HUKUM. Bila APH merasa semua SPPG kebal hukum dan tidak ada penangkapan, ini kesalahan besar. Pengelola harus tanggung jawab biaya pengobatan dan kerugian material immateril. Jangan hanya cabut izin, sanksi hukum harus dilaksanakan. Ini nyawa manusia," tegasnya.

Ia menilai sudah cukup bukti program MBG rawan konflik dan mengancam keselamatan anak.

"Permasalahan MBG: menjadi kasus korupsi terbesar yang sulit diurai ke meja hukum, dan menjadi kasus terbesar keracunan siswa penerima manfaat," tutupnya.

(Red/Alqantara)

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak