OPINI
Reski Bukan Soal Siapa Yang paling Sibuk, Tetapi Siapa yang Paling Taat
Alqantaranews.id - Di sudut pasar yang riuh, bercampur bau amis dan hiruk-pikuk manusia yang mengejar rupiah, ada satu pemandangan kecil yang selalu mencuri perhatian. Seorang ibu paruh baya, penjual kue basah dengan lapak sederhana.
Dagangannya tidak banyak. Keuntungannya pun barangkali tak seberapa. Namun ada satu prinsip hidupnya yang terasa “aneh” di mata manusia modern yang serba tergesa: ia tidak pernah menunda shalat.
Suatu siang, lapaknya sedang ramai dikerubuti pembeli. Uang sudah di tangan, transaksi hampir selesai. Tiba-tiba, suara adzan Dzuhur berkumandang dari masjid seberang pasar.
Detik itu juga, tanpa ragu sedikit pun, ibu itu berhenti melayani. Dengan senyum lembut dan sikap penuh adab, ia berkata kepada para pembeli:
“Mohon maaf, Ibu-ibu. ‘Bos Besar’ saya sudah memanggil. Saya tutup dulu 15 menit ya. Kalau berkenan menunggu, silakan. Kalau terburu-buru, saya mohon maaf.”
Di tengah pasar yang mengajarkan kejaran dunia, ibu itu mengajarkan pelajaran yang mahal:
*Rezeki bukan soal siapa yang paling sibuk, tetapi siapa yang paling taat.*
Ibu itu selalu tepat waktu Sholatnya.
Editor :
Andi Pooja
Pemimpin Redaksi :
Rosdiana Hadi, S Sos
