Fakta Menarik Seputar Pengharuman Ka'bah
MEKKAH, MADINA- Alqantaranews.id - Menjaga Ka'bah tetap bersih higienis dan menjaga agar Ka'bah tetap harum adalah tradisi agung yang dilakukan dengan sangat teliti dan menggunakan bahan-bahan wewangian paling eksklusif di dunia. Proses pengharuman ini biasanya dilakukan beberapa kali dalam sehari, terutama pada bagian Hajar Aswad, Multazam, dan kiswah (penutup Ka'bah).
Berikut adalah komposisi utama wewangian yang digunakan:
1. Minyak Oud (Gaharu) Eksklusif
Ini adalah bahan utama dan yang paling dominan. Pengelola Masjidil Haram menggunakan Minyak Oud jenis Grade A yang sangat murni.
Cara aplikasi:
Dioleskan langsung pada dinding Ka'bah dan struktur perak yang membingkai Hajar Aswad.
2. Mawar Thaif (Taif Rose)
Bunga mawar yang tumbuh di dataran tinggi Taif, Arab Saudi, dikenal sebagai salah satu mawar terbaik di dunia.
Fungsi:Memberikan sentuhan aroma bunga yang segar dan elegan untuk menyeimbangkan aroma berat dari oud.
Proses:Kelopak mawar ini disuling menjadi minyak esensial yang sangat mahal.
3. Musk (Kasturi) dan Amber
Campuran ini memberikan tekstur aroma yang lebih "bulat" dan menempel kuat pada kain Kiswah.
Amber:Memberikan aroma manis yang bersahaja.
Musk: Dikenal sebagai "raja wewangian" dalam tradisi Islam, memberikan kesan bersih dan suci.
Fakta Menarik Seputar Pengharuman Ka'bah:
Ritual Pencucian:
Setiap tahun, Ka'bah dicuci menggunakan campuran air zamzam dan air mawar Thaif yang sangat pekat.
Pemeliharaan Rutin:
Petugas khusus (biasanya dari keluarga Sadana) mengoleskan parfum pada Hajar Aswad dan Multazam setiap waktu salat atau beberapa kali dalam sehari agar aroma tetap konsisten bagi para jamaah yang tawaf.
Biaya: Total biaya untuk wewangian ini bisa mencapai jutaan Riyal per tahun karena kualitas bahan yang digunakan adalah yang tertinggi di kelasnya.
Aroma ini sering disebut sebagai "Aroma Surga" oleh banyak jamaah karena keunikan dan ketenangan yang dibawanya.(*)
Redaksi
Andi Rosha
Editor
Andi Hasmuliati





