Layar Terkembang di Tanah Salomekko: Lahirnya Sanggar Seni Budaya Pinisi

 Layar Terkembang di Tanah Salomekko: Lahirnya Sanggar Seni Budaya Pinisi


BONE, SULAWESI SELATAN – Alqantaranews.id - Di ufuk timur Kabupaten Bone, tepatnya di Kecamatan  Salomekko, sebuah geliat perubahan sedang ditenun oleh tangan-tangan muda. Membangun Identitas, Menjaga Warisan

​Eksistensi pemuda-pemudi ini adalah bukti Mereka tidak hanya ingin dikenal sebagai penikmat teknologi, tetapi juga sebagai penjaga gawang kebudayaan.

"Di mana ombak memecah di Tanjung Pero, di situ sejarah baru saja dituliskan."

​Tanah Salomekko tidak hanya melahirkan cerita, tapi kini melahirkan para penjaga nyala api tradisi. Di bawah komando Rahmatullah, Sanggar Seni Budaya Pinisi pada tanggal 8 Februari 2026 tepatnya di pantai tanjung pero desa ujunge kecamatan tonra resmi mengukuhkan 45 kader angkatan pertama . Mereka bukan sekadar peserta pengkaderan, mereka adalah barisan "pencetak sejarah" yang akan memastikan identitas budaya kita tetap tegak berdiri.

​Mengambil filosofi kapal Pinisi, sanggar ini siap mengarungi samudera zaman. Di bawah kepemimpinan Rahmatullah yang visioner, 45 generasi baru ini telah ditempa di Desa Ujunge untuk menjadi saksi sekaligus pelaku bangkitnya kejayaan seni di Kecamatan Salomekko

 Melalui Sanggar Seni Budaya Pinisi, setiap gerak tari dan dentuman gendang adalah pesan bahwa Salomekko memiliki suara, memiliki warna, dan memiliki kebanggaan.

​Kini, layar telah terkembang. Sanggar Seni Budaya Pinisi siap berlayar, membawa nama baik Kecamatan Salomekko menuju cakrawala kreativitas yang lebih tinggi.

Menolak untuk sekadar menjadi penonton zaman, pemuda-pemudi Salomekko kini resmi memancangkan eksistensinya melalui sebuah wadah kreatif bernama Sanggar Seni Budaya Pinisi.

​Nama "Pinisi" bukan sekadar pilihan kata. Ia adalah Icon kecamatan salomekko dengan simbol ketangguhan, filosofi tentang arah yang jelas, dan keberanian untuk mengarungi samudera peradaban tanpa melupakan daratan asal. Sanggar ini hadir sebagai jawaban atas kerinduan masyarakat akan pelestarian nilai-nilai luhur Pangadereng di tengah gempuran modernisasi.

​Nakhoda Baru dari Akar Rumput

​Dipimpin oleh Rahmatullah, seorang putra daerah yang tumbuh dan besar di jantung masyarakat Salomekko, organisasi ini lahir dari visi kolektif. Di bawah kepemimpinannya, Sanggar Seni Budaya Pinisi berkomitmen untuk:

1. Menghidupkan Kembali Tradisi: Menjadi pusat pembelajaran tari, musik tradisional, dan sastra daerah bagi generasi muda.

2. Ruang Kreativitas Inklusif: Menjadi rumah bagi seluruh pemuda Salomekko untuk mengeksplorasi bakat tanpa meninggalkan identitas budaya Bone.

3. Diplomasi budaya:

Memperkenalkan keunikan lokal salomekko ke kancah yang lebih luas, baik di tingkat kabupaten maupun nasional.

​"Budaya adalah identitas, dan pemuda adalah penggeraknya. Kami tidak ingin hanya mewarisi abu dari masa lalu, tapi kami ingin menjaga apinya agar tetap menyala." — Visi Sanggar Seni Budaya Pinisi.

​Editor 

Andi Pooja

Redaksi :

Sapta Rini Sunardi S. IP 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak