Wakil Bupati Soppeng Ikuti Audensi Usulan Pembangunan Intake Dan Jaringan Transmisi Sungai Ara
SOPPENG, SULAWESI SELATAN– Alqantaranews.id - Pemerintah Kabupaten Soppeng terus menunjukkan komitmennya dalam mengatasi persoalan ketersediaan air bersih. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi usulan pembangunan intake dan jaringan transmisi Sungai Ara yang digelar di Ruang Rapat Baliase BBWS Pompengan Jeneberang, Makassar, Rabu (11/2/2026).
Audiensi tersebut dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Soppeng, Ir. Selle KS Dalle, didampingi perwakilan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Soppeng, Ir. Pujiarman, ST., MT., IPP selaku Kepala Bidang Cipta Karya.
Dalam pertemuan itu, Pemerintah Kabupaten Soppeng memaparkan kondisi layanan air bersih saat ini serta kebutuhan mendesak masyarakat terhadap sumber air baku baru.
Disampaikan bahwa Kabupaten Soppeng memiliki potensi sumber air baku yang cukup besar, khususnya dari Sungai Lawo Ara. Namun hingga kini, pemenuhan kebutuhan air bersih masih bergantung pada sumber Ompo.
Berdasarkan data PDAM Soppeng, terdapat 9.024 pelanggan terdaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.023 pelanggan aktif dilayani secara bergiliran akibat keterbatasan air baku, sementara 1.992 pelanggan lainnya tidak aktif.
Kondisi ini berdampak signifikan, terutama di wilayah kecamatan perkotaan yang mengalami krisis air cukup serius.
Sebagai solusi jangka panjang, Pemkab Soppeng mengusulkan pembangunan sarana air baku berupa intake dan jaringan pipa transmisi dari Sungai Ara.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, diperlukan komunikasi dan koordinasi lanjutan dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang guna mengoptimalkan pemanfaatan potensi sumber air yang tersedia.
Dari sisi teknis, masih terdapat sejumlah hal yang perlu disinkronkan, khususnya dengan Direktorat Cipta Karya. Dalam audiensi disampaikan bahwa pihak Cipta Karya siap mendukung pembangunan jaringan distribusi apabila sumber air baku telah tersedia. Karena itu, sinergi antara bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Cipta Karya menjadi kunci percepatan realisasi program penyediaan air bersih ini.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kabupaten Soppeng telah menganggarkan penyusunan Detail Engineering Design (DED). Perencanaan desain intake dan jalur pipa yang matang menjadi penekanan utama guna menjamin ketahanan fasilitas dalam jangka panjang serta menekan biaya operasional, termasuk melalui review desain agar tidak bergantung pada sistem pompa berbiaya tinggi.
Pembangunan intake dan jaringan transmisi ini direncanakan sebagai kegiatan multiyears, sehingga komitmen penganggaran harus dipastikan hingga proyek tuntas agar tidak terhenti di tengah jalan.
Selain itu, dalam pertemuan turut dibahas kemungkinan pembangunan embung sebagai penampungan air yang dapat dimanfaatkan pada musim kemarau, termasuk opsi pompanisasi berbasis tenaga surya sebagai alternatif efisiensi energi.
Audiensi ini menjadi langkah awal penguatan koordinasi lintas sektor antara Pemerintah Kabupaten Soppeng dan pemerintah pusat dalam mewujudkan sistem penyediaan air bersih yang berkelanjutan dan merata bagi masyarakat Kabupaten Soppeng. (*)
Editor :
Andi Pooja
Redaksi :
Sapta Rini Sunardi, S IP
