🇮🇩 FORUM HARMONI KEBANGSAAN MIMIKA: DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT, RAWAT PERSATUAN DAN TANAMKAN NILAI PANCASILA SEJAK DINI
MIMIKA, PAPUA TENGAH — https:// alqantaranews.id - Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Mimika tidak hanya diisi dengan kemeriahan perlombaan. Forum Harmoni Kebangsaan menghadirkan rangkaian kegiatan yang membawa pesan lebih dalam: memperkuat persatuan, menanamkan nilai kebangsaan, serta membuka ruang dialog antara masyarakat dan pemerintah.
Puncak rangkaian kegiatan tersebut berlangsung melalui Dialog Kebangsaan Forum Harmoni Kebangsaan, yang mempertemukan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat Papua, tokoh agama, organisasi kepemudaan, aparat keamanan, pelaku usaha, hingga masyarakat umum.
Ketua Forum Harmoni Kebangsaan, Abah Saleh Al-Hamid, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan digagas secara mandiri oleh masyarakat sebagai bentuk kecintaan terhadap Indonesia.
“Ini dari kita, untuk kita. Kami tidak membuat proposal kepada pemerintah. Seluruh kegiatan kami laksanakan secara mandiri, termasuk hadiah dan kebutuhan kegiatan. Total anggaran yang digunakan sekitar Rp14 juta, bersumber dari partisipasi pribadi dan dukungan sejumlah pengusaha,” ujar Saleh Al-Hamid.
Menurutnya, semangat tersebut menunjukkan bahwa memperingati kemerdekaan tidak selalu harus menunggu bantuan pemerintah. Masyarakat dapat mengambil inisiatif sendiri untuk merawat persatuan dan menghidupkan kembali semangat kebangsaan.
Dari Gaple hingga Hafalan Pancasila, Semangat Kemerdekaan Dihidupkan
Sebelum dialog kebangsaan digelar, Forum Harmoni Kebangsaan telah melaksanakan sejumlah kegiatan, termasuk pertandingan gaple/domino berhadiah, serta lomba menghafal Pancasila, teks Proklamasi Kemerdekaan, dan Pembukaan UUD 1945.
Bagi Saleh, lomba tersebut bukan sekadar kompetisi. Ada pesan pendidikan kebangsaan yang ingin ditanamkan, terutama kepada generasi muda Papua.
Ia menilai kemampuan memahami dan menghafal Pancasila, Proklamasi, serta Pembukaan UUD 1945 merupakan bagian mendasar dalam membangun kesadaran sebagai warga negara.
“Kalau kita mau bicara bangsa dan negara, kita harus memahami Pancasila, Proklamasi dan Undang-Undang Dasar 1945. Itu dasar yang harus diketahui generasi muda,” tegasnya.
Anak Papua Harus Mengenal Dasar Negara dan Sejarah Kemerdekaan
Saleh memberikan perhatian khusus terhadap peserta lomba yang merupakan anak-anak asli Papua. Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi inspirasi agar pendidikan kebangsaan tidak berhenti di perlombaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di sekolah.
Ia mendorong agar sekolah-sekolah memberikan perhatian lebih besar terhadap pemahaman Pancasila, sejarah Proklamasi, serta konstitusi negara.
“Harapan kami, anak-anak ini tidak hanya hafal untuk mengikuti lomba. Mereka harus memahami maknanya. Pancasila harus menjadi bagian dari kehidupan mereka, begitu juga Proklamasi dan UUD 1945,” katanya.
Menurutnya, pendidikan kebangsaan harus diberikan secara konsisten, bukan hanya menjelang peringatan HUT Kemerdekaan.
Apresiasi untuk Polri, TNI dan Pengusaha
Saleh juga menyampaikan apresiasi kepada Kapolres Mimika yang hadir memenuhi undangan dan turut mengikuti rangkaian kegiatan Forum Harmoni Kebangsaan.
Apresiasi juga diberikan kepada unsur TNI serta sejumlah pengusaha yang ikut membantu pembiayaan kegiatan.
Menurut Saleh, dukungan tersebut menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan dapat dibangun bersama tanpa melihat latar belakang maupun kepentingan kelompok.
“Kapolres luar biasa karena hadir memenuhi undangan kami. Dari TNI juga hadir. Ada pula pengusaha yang membantu, ada yang Rp2 juta, ada yang Rp3 juta. Semuanya kita gunakan untuk kegiatan ini,” ujarnya.
Ia menegaskan, Forum Harmoni Kebangsaan tidak didirikan untuk mencari keuntungan, melainkan menjadi ruang masyarakat untuk bertemu, berdiskusi dan menyampaikan aspirasi.
Suara Masyarakat Harus Sampai ke Pemerintah
Selain membicarakan persatuan, dialog juga koForum Harmoni Kebangsaan menegaskan bahwa semangat kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang bagaimana masyarakat menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan tindakan nyata.
Kegiatan tersebut menjadi pesan dari Mimika bahwa masyarakat Papua juga memiliki ruang, tanggung jawab dan komitmen yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Semoga kegiatan ini menjadi inspirasi. Tahun depan kita akan buat lagi. Kita ingin anak-anak Papua semakin mengenal Pancasila, Proklamasi dan UUD 1945. Dari hal-hal kecil seperti ini kita membangun rasa cinta kepada bangsa dan negara,” pungkas Saleh Al-Hamid.
ABAH SALEH AL-HAMID Ketua Forum Harmoni Kebangsaan
Pesan Utama Forum Harmoni Kebangsaan
🇮🇩 Dari Mimika untuk Indonesia: rawat kebinekaan, kuatkan persatuan, buka ruang dialog, dan siapkan generasi Papua yang memahami Pancasila, Proklamasi, serta konstitusi bangsa.
Laporan - Andi Gunawan
Editor - Andi Pooja
Redaksi/Publizher - Andi Rosha
