PERJOSI SULSEL Buka Pelatihan Perdana, Fokus Etika Jurnalisme Siber
MAKASSAR, SULAWESI SELATAN–Alqantaranews.id - Pelatihan Jurnalis Televisi dan Online yang digelar oleh Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI) Tingkat Sulawesi Selatan Gelombang 1 resmi dibuka di TVRI, Jl. Pajonga Dg. Ngalle No.14, Mario, Kec. Mariso, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Pada Jumat (13/2/2026). Pagi
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 13–14 Februari 2026, ini diikuti peserta dari wilayah Makassar, Gowa, dan Maros. Pelatihan dimulai pukul 08.30 WITA hingga sore hari dengan menghadirkan pemateri berpengalaman di bidang jurnalistik televisi dan media online.
Ketua PERJOSI, Salim Jati Mamma, dalam sambutannya menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi momentum lahirnya jurnalis siber yang bertanggung jawab dan berperan strategis dalam menjaga kebenaran informasi di tengah derasnya arus digital.
Jurnalis harus memahami kode etik, menjunjung tinggi akurasi, serta menjaga independensi dalam setiap karya jurnalistik,” tegasnya.
Ia juga berharap para peserta mampu memahami prinsip dasar jurnalistik, termasuk teknik penulisan berita yang tajam, berimbang, cerdas, bertanggung jawab, santun, dan beretika. Menurutnya, gelombang pertama ini menjadi awal dari gerakan besar PERJOSI dalam mencetak insan pers yang cepat, cerdas, dan bermanfaat bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Suardi Ali, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kompetensi jurnalis di tengah tantangan dunia jurnalistik saat ini.
Melalui pelatihan ini, kami berharap peserta dapat lebih meningkatkan kompetensinya di tengah tantangan jurnalistik di era efisiensi. Jurnalis dituntut tidak hanya cepat, tetapi juga adaptif, kreatif, dan tetap menjaga kualitas karya,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menyerap ilmu sebanyak mungkin dari para pemateri sebagai ruang tumbuh bersama dalam meningkatkan kapasitas dan profesionalisme.
Adapun pemateri yang hadir dalam pelatihan ini antara lain Ismail Asnawi, mantan Kepala Stasiun (Kepsta), serta Risal Damis, mantan Kepala Stasiun TVRI Kalbar. Keduanya membawakan materi seputar tips dan trik membuat konten praktis untuk media televisi dan platform online, termasuk strategi produksi konten yang menarik dan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik.
Panitia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan disiplin dan mempersiapkan diri secara maksimal demi kelancaran pelatihan.
Dengan digelarnya pelatihan ini, PERJOSI Sulawesi Selatan optimistis mampu melahirkan generasi jurnalis siber yang profesional, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia informasi di Indonesia.(*)
Penulis:
Fajar Ahmad
Redaksi :
Sapta Rini Sunardi S IP
Editor:
Andi Pooja
