Hewan Kurban Pada Idhul Adha Adalah Bagian Dari Jewajiban Ibadah, Bukan Bantuan Sosial

 Jacob Ereste :

Hewan Kurban Pada Idhul Adha Adalah Bagian Dari Jewajiban Ibadah, Bukan Bantuan Sosial





Alqantaranews.id - Kurban itu merupakan ekspresi keikhlasan, kejujuran, kerendahatian, bukan pencitraan dan bukan keriaan. Sebab jika tidak begitu, maja kurban yang dilakukan akan sia-sia, tiada gunanya. Karena esensi dari kurban itu menyadari kita sebagai pelakunya sungguh ikhlas untuk melakukan pengurbanan  terhadap apa yang kita kurbankan adalah miliki kita yang sah, bukan milik orang lain kendati mereka semua berada dalam kekuasaan kita. 


Dalam konteks inilah sikap rendah hati itu menjadi penting dalam melakukan ritual perayaan Idhul Qurban, karena kita pun harus sadar terhadap apa yang kita kurbankan itu, tidak sampai mengurbankan hak orang lain.  Karena dalam peristiwa sejarah Nabi Ibrahim AS bersama Nabi Ismail AS dahulu itu, tidak ada pihak yang menjadi kurban, karena peristiwa dahulu itu sepenuhnya dalam kendali Allah SWT, sehingga metafora dari pengorbanan yang sesungguhnya sungguh sukses dan sempurna untuk menjadi pelajaran dan tuntunan bagi sikap sombong dan keriaan yang harus dienyahkan dari dalam hati manusia yang sombong dan cuma berharap memperoleh pujian semata. 


Jadi dalam serangkaian Idhul Qurban yang kita wujudkan dalam penyembelihan hewan, harus jelas dan terang siapa yang melakukan kurban, apa yang dikurbankan, dan adakah yang menjadi kurban dari peristiwa tersebut. Sebab jangan sampai yang kita sembelih itu adalah hewan peliharaan milik tetangga yang kemudian ribut karena telah kehilangan hewan peliharaan yang akan dia sembelih untuk menyempurnakan ibadah pada Hari Raya Idhul Qurban.


Oleh karena itu, hakikat qurban dalam perayaan hari Raya Idhul Adha harus ikhlas -- seperti membantu  sesama manusia yang lain agar dapat -- mengatasi, atau setidaknya mengurangi dera derita yang menerpa mereka dalam ketidakmampuan untuk keluar dari himpitan kesulitan. Meski begitu, dalam sikap melakukan upacara penyembelihan hewan qurban, berbeda syariatnya sebagai kewajiban dengan keinginan atas dasar kesadaran yang sangat mulia untuk dilakukan.


Setidaknya, dalam niat memberi bantuan yang merupakan anjuran bagi manusia untuk berbuat baik sesama manusia yang lain, berbeda hakikatnya untuk  berkurban pada puncak hari raya Idhul Adha sebagai kewajiban yang diperintahkan bagi umat Islam yang mampu untuk menyempurnakan ibadah pada hari raya Idhul Adha. Karena berkurban pada hari raya Idhul Adha adalah perintah Allah SWT, sedangkan memberi bantuan dalan kondisi dan situasi seperti apapun adalah kesadaran untuk berbuat baik atas dasar perikemanusiaan seperti yang menjadi keyakinan bagi segenap warga bangsa Indonesia yang termuat dalam Pancasila. 

Jadi jelas, hewan kurban untuk menyempurnakan ibadah pada hari raya Idhul Adha tidak dapat dipahami sebagai bantuan, tetapi merupakan kewajiban bagi yang mampu untuk menunaikannya sebagai ibadah, bukan sebagai bantuan yang bersifat sosial. 

Tigaraksa, 29 Mei 202

Editor:

Andi Sri Hasmuliaty 

Redaksi/Publizher:

Andi Rosha 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak