Nuansa Religi :
Ketika Hatimu Lelah dan Hatimu Tunduk
Saudaraku yang di Rahmati Allah,...!!!
Meminta Tolong kepada Allah dengan Meraih Ridha-Nya*l
Saudaraku yang dirahmati Allah,
Pernahkah engkau berada pada malam yang begitu sunyi, ketika semua orang terlihat baik-baik saja, tetapi hatimu sedang berperang dengan begitu banyak persoalan?
Engkau memikirkan biaya hidup yang belum terpenuhi.
Memikirkan keluarga yang membutuhkan perhatian.
Memikirkan masa depan yang belum jelas arahnya.
Memikirkan doa-doa yang sudah lama dipanjatkan, tetapi belum terlihat jawabannya.
Lalu dalam kesendirian itu, engkau bertanya:
"Ya Allah, apakah Engkau masih mendengarkanku?"
Ketahuilah, pertanyaan itu pernah muncul di hati banyak hamba yang sedang diuji. Namun Allah tidak pernah tuli terhadap doa hamba-Nya. Tidak pernah sekalipun Allah berpaling dari rintihan yang keluar dari hati yang tulus.
Allah berfirman:
> *"Dan Tuhanmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu."*
> (QS. Ghafir: 60)
Mungkin manusia tidak mendengar tangisanmu.
Mungkin manusia tidak mengetahui beratnya beban yang sedang engkau pikul.
Mungkin manusia hanya melihat senyummu, tanpa mengetahui betapa sering engkau menangis dalam sujudmu.
Tetapi Allah mengetahui semuanya.
Bahkan sebelum air matamu jatuh, Allah sudah mengetahui alasan mengapa engkau menangis.
Meminta Tolong kepada Allah Bukan Hanya Saat Terdesak
Sering kali kita datang kepada Allah ketika semua pintu dunia tertutup.
Ketika usaha gagal.
Ketika pekerjaan sulit.
Ketika hutang menumpuk.
Ketika sahabat menjauh
Ketika harapan mulai memudar
Lalu kita berkata:
"Ya Allah, tolong aku."
Padahal Allah merindukan kita datang bukan hanya saat membutuhkan pertolongan, tetapi juga saat lapang dan bahagia.
Rasulullah ï·º bersabda:
> *"Kenalilah Allah pada waktu lapang, niscaya Allah akan mengenalmu pada waktu sempit."*
> (HR. Ahmad)
Jika kita ingin pertolongan Allah turun bersama ridha-Nya, maka dekatilah Allah setiap waktu, bukan hanya ketika kesulitan datang.
Saudaraku
Ketika Hati kita Lelah, Ridha Allah Dimulai dari Hati yang Tunduk
Saudaraku,
Kadang kita memohon sesuatu kepada Allah dengan sangat kuat.
Kita meminta pekerjaan.
Kita meminta kelapangan rezeki.
Kita meminta kesembuhan.
Kita meminta kehidupan yang lebih mudah.
Namun Allah belum mengabulkannya sesuai harapan kita.
Lalu hati mulai lelah.
Mulai kecewa.
Mulai bertanya mengapa.
Padahal bisa jadi Allah sedang mengajarkan satu pelajaran besar:
Bahwa yang paling kita butuhkan bukanlah terkabulnya semua keinginan, tetapi hadirnya ridha Allah dalam kehidupan kita.
Sebab ada orang yang mendapatkan apa yang diinginkannya tetapi kehilangan ketenangan.
Ada orang yang memiliki harta berlimpah tetapi kehilangan kebahagiaan.
Ada orang yang berhasil secara dunia tetapi jauh dari Allah.
Sebaliknya, ada hamba yang hidup sederhana, tetapi hatinya dipenuhi ketenangan karena Allah meridhainya.
Menangislah kepada Allah
Jika beban hidup terasa berat, jangan pendam semuanya sendirian.
Bangunlah di sepertiga malam.
Bentangkan sajadahmu.
Angkat kedua tanganmu.
Lalu berbicaralah kepada Allah dengan jujur.
Tidak perlu kata-kata indah.
Tidak perlu kalimat yang sempurna.
Katakan saja:
Ya Allah, aku lelah."
"Ya Allah, aku takut."
"Ya Allah, aku tidak tahu harus melangkah ke mana."
"Ya Allah, jika Engkau tidak menolongku, aku tidak punya siapa-siapa lagi."
Tidak ada tempat yang lebih aman bagi air mata selain di hadapan Allah.
Karena Allah tidak pernah meremehkan tangisan hamba yang berharap kepada-Nya.
Allah Tidak Selalu Mengubah Keadaan dengan Cepat
Kadang kita berharap masalah selesai dalam semalam.
Tetapi Allah justru memberi kekuatan untuk bertahan.
Kadang kita berharap jalan dibukakan segera.
Tetapi Allah justru mengajari kita kesabaran.
Kadang kita berharap ujian diangkat.
Tetapi Allah justru mengangkat derajat kita melalui ujian itu.
Allah berfirman:
> *"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan."*
> (QS. Al-Insyirah: 6)
Perhatikan ayat itu.
Allah tidak mengatakan setelah kesulitan ada kemudahan.
Allah mengatakan bersama kesulitan ada kemudahan.
Artinya, ketika engkau sedang menangis, rahmat Allah sedang bekerja.
Ketika engkau sedang bersabar, pertolongan Allah sedang mendekat.
Ketika engkau merasa sendirian, Allah sedang menemanimu.
Jangan Berhenti Berharap
Mungkin hari ini keadaanmu belum berubah.
Mungkin doa yang kau panjatkan bertahun-tahun belum juga menjadi kenyataan.
Mungkin engkau masih berjuang mencari nafkah untuk keluarga.
Mungkin engkau masih menanggung beban yang tidak diketahui siapa pun.
Tetapi jangan berhenti berharap kepada Allah.
Karena tidak ada doa yang hilang.
Tidak ada air mata yang sia-sia.
Tidak ada sujud yang tidak diperhatikan Allah.
Bisa jadi pertolongan itu sedang berjalan menuju hidupmu dengan cara yang belum engkau pahami.
Ya Allah...
Jika hari ini hati kami sedang lelah, kuatkanlah.
Jika hari ini kami sedang kesulitan, lapangkanlah.
Jika hari ini kami merasa sendiri, temanilah kami dengan rahmat-Mu.
Jika rezeki kami terasa sempit, bukakanlah pintu-pintu keberkahan-Mu.
Dan jika Engkau belum mengabulkan apa yang kami minta, maka berilah kami hati yang ridha terhadap keputusan-Mu.
Karena kami yakin, pilihan-Mu jauh lebih baik daripada keinginan kami.
*Aamiin Yaa Rabbal 'alamin.*
Redaksi/Publizher:
Andi Rosha
