Detik-Detik Kepergian Presiden Soeharto: Duka Bangsa di Jalan Cendana
JAKARTA , - Alqantaranews.id - 27 Januari 2008 menjadi hari yang tercatat dalam sejarah Indonesia. Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar TNI (Purn) H.M. Soeharto, wafat pada usia 87 tahun. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta, setelah menjalani perawatan intensif selama 24 hari akibat sakit yang dideritanya.
Jenazah almarhum kemudian diberangkatkan dari RSPP menggunakan mobil ambulans, diiringi pengawalan ketat, menuju kediaman keluarga di Jalan Cendana, Jakarta Pusat. Iring-iringan ambulans yang melintas di jalanan ibu kota menjadi saksi bisu atas kepergian seorang tokoh besar yang pernah memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade.
Di RSPP, putri sulung almarhum, Siti Hardijanti Rukmana (Mbak Tutut), didampingi Sigit Harjojudanto, menyampaikan keterangan resmi kepada para wartawan. Dengan raut wajah penuh duka, keluarga mengonfirmasi bahwa Soeharto wafat karena kondisi kesehatannya yang terus menurun.
Sejumlah anggota Kopassus, tim dokter, serta kerabat dekat tampak mengangkat jenazah Soeharto saat akan meninggalkan rumah sakit. Suasana berlangsung khidmat dan penuh penghormatan, mencerminkan jasa dan peran besar almarhum dalam perjalanan panjang sejarah bangsa.
Sementara itu, suasana di sekitar Jalan Cendana dipenuhi nuansa duka. Warga, tokoh masyarakat, dan para pelayat mulai berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir. Keheningan dan doa mengiringi kepergian sosok yang selama puluhan tahun menjadi pusat kekuasaan dan pengaruh di Indonesia.
Kepergian Soeharto bukan sekadar wafatnya seorang mantan presiden, melainkan berakhirnya satu bab besar dalam sejarah Republik Indonesia bab yang penuh dinamika, kontroversi, sekaligus jejak pembangunan yang masih terasa hingga kini.
Sumber : Antarafhoto.com
#Soeharto
#PakHarto
#SoehartoWafat
#SejarahIndonesia
#JalanCendana
#DukaBangsa
#PresidenKeduaRI
Redaksi : Sapta Rini Sunardi S IP
Editor : Andi Pooja

