Jefri Tuwul Bertemu Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Bahas Masa Depan Budaya Nusantara di Tengah Arus Globalisasi

 Jefri Tuwul Bertemu Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Bahas Masa Depan Budaya Nusantara di Tengah Arus Globalisasi



 NTT, - Alqantaranews.id - Di tengah derasnya arus globalisasi yang perlahan mengikis identitas budaya bangsa, semangat menjaga warisan leluhur kembali digaungkan dalam sebuah pertemuan penuh makna antara Ketua Umum Yayasan Cahaya Timur Nusantara Emas, Jefri Tuwul, dengan Menteri Koebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, pada Kamis (04/06/2026).


Pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh gagasan kebangsaan itu bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan ruang diskusi strategis tentang masa depan seni dan budaya Nusantara yang kini menghadapi tantangan zaman semakin kompleks.


Dalam dialog tersebut, keduanya membahas berbagai isu penting, mulai dari pelestarian budaya lokal, penguatan identitas daerah, pemberdayaan komunitas seni, hingga strategi memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia internasional.


Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, menegaskan bahwa budaya merupakan roh bangsa yang tidak boleh kehilangan tempat di negeri sendiri. Menurutnya, menjaga budaya bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen bangsa.


“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati akar budayanya sendiri. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, komunitas budaya, akademisi, dan generasi muda sangat penting agar warisan budaya Nusantara tetap hidup, berkembang, dan mampu menjawab tantangan zaman,” ungkap Menteri Kebudayaan RI.


Sementara itu, Jefri Tuwul menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam memperjuangkan pelestarian budaya daerah, khususnya budaya-budaya dari kawasan Timur Indonesia yang memiliki nilai sejarah, adat, dan kearifan lokal luar biasa.


Menurutnya, budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi identitas yang membentuk karakter bangsa Indonesia.


“Budaya adalah jati diri bangsa. Ketika budaya dijaga, maka harga diri bangsa juga akan tetap berdiri kokoh. Kita tidak boleh membiarkan generasi muda kehilangan akar hanya karena derasnya pengaruh modernisasi. Budaya harus diwariskan, dikenalkan, dan dibanggakan,” tegas Jefri Tuwul.


Ia juga menilai bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, namun masih membutuhkan perhatian serius, ruang promosi yang luas, serta dukungan nyata agar tetap lestari dan mampu menjadi kekuatan bangsa di masa depan.


Pertemuan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat sipil terus dibangun demi memperkuat posisi budaya sebagai salah satu kekuatan strategis Indonesia di mata dunia.


Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang terus bergerak cepat, seni dan budaya Indonesia tidak hanya dituntut untuk bertahan, tetapi juga harus mampu tampil sebagai wajah Indonesia yang membanggakan di panggung internasional.


Lebih dari sekadar pertemuan formal, momentum ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai kolaborasi nyata dalam pengembangan seni dan budaya daerah, sekaligus memperkuat komitmen bersama menjaga warisan leluhur sebagai harta paling berharga bagi generasi masa depan Indonesia.

Penulis/Pewarta:


Editor:

Andi Sri Hasmuliaty 

Redaksi/Publizher:

Andi Rosha 

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak