Jumat Produktif : Edukasi Peserta Didik SDN 1 Sarampu di Markas hingga Tuntaskan Tiga Giat Lintas Sektor
POLEWALI MANDAR - alqantaranews.id - Markas Komando UPTD Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Polewali Mandar (Polman) di Patampanua, Kecamatan Matakali, berubah menjadi ruang kelas terbuka interaktif yang penuh antusiasme pada Jumat (12/6/2026) pagi.
Di bawah kendali penuh staf dan personel Regu C, Damkar Polman menjadikan pangkalan utamanya sebagai pusat edukasi dini dengan menerima kunjungan belajar dari puluhan siswa-siswi SD Negeri 16 Sarampu.
Langkah memprioritaskan markas sebagai sarana sosialisasi ini bertujuan mengenalkan profesi petugas pemadam sekaligus menanamkan kesadaran mitigasi kebakaran sejak usia sekolah dasar.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diberikan pengenalan materi dasar mengenai klasifikasi api, peralatan penyelamatan (rescue tool), tata cara menghadapi situasi darurat tanpa kepanikan, hingga kesempatan melihat langsung armada pemadam dari dekat.
Edukasi interaktif di lingkungan internal kantor ini berjalan dengan aman, tertib, dan sukses memicu respons positif dari para tenaga pendidik.
Namun, agenda kedinasan Damkar Polman pada hari Jumat ini tidak terbatas pada edukasi di markas saja.
Sepanjang hari, jajaran pemadam kebakaran membagi kekuatan personelnya untuk menuntaskan tiga misi krusial lainnya di berbagai wilayah, mulai dari mitigasi banjir perkotaan, pengamanan agenda kepemudaan, hingga operasi penyelamatan satwa liar liar (animal rescue) yang menegangkan.
*Mitigasi Banjir : Penyemprotan Tekanan Tinggi Drainase Buntu di Kelurahan Madatte*
Sebelum giat edukasi di markas dimulai, Regu C telah bergerak sejak pukul 09.42 WITA untuk mengantisipasi ancaman banjir akibat tingginya curah hujan di wilayah perkotaan.
Damkar Polman turun langsung melakukan aksi gotong royong membersihkan saluran air yang menjadi titik rawan genangan di sepanjang Jalan Pembangunan Berlanjut, Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali.
Operasi kebersihan lingkungan ini merupakan wujud sinergi lintas sektor yang melibatkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemerintah Kelurahan Madatte, aparat kecamatan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), serta masyarakat setempat.
Petugas bahu-membahu mengangkat tumpukan sampah dan endapan lumpur yang menyumbat aliran air. Tak hanya mengandalkan pembersihan manual, armada Pemadam Kebakaran ikut diterjunkan untuk melakukan penyemprotan bertekanan tinggi (flushing) pada saluran air.
Metode penembakan air ini terbukti efektif mengurai endapan lumpur padat yang sulit dievakuasi dengan tenaga manusia.
Kepala UPTD Pemadam Kebakaran Kabupaten Polman, Imran, S.IP., M.M., menegaskan keterlibatan aktif armadanya dalam normalisasi ini sebagai langkah preventif sebelum debit air hujan meluap ke permukiman warga.
> “Kami sengaja membawa armada dan menerjunkan personel penuh hari ini untuk melakukan penyemprotan pada saluran air dan sungai kecil yang tersumbat lumpur padat. Dengan dorongan tekanan air dari mobil pemadam, sumbatan-sumbatan yang sulit digali secara manual bisa terurai dan bersih. Kami berharap setelah saluran kembali bersih, aliran air dapat berjalan normal sehingga kawasan tersebut lebih siap menghadapi curah hujan tinggi,” terang Imran, S.IP., M.M.
Ia juga menambahkan bahwa peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah ke saluran air merupakan faktor paling penting untuk menghindari penyumbatan drainase jangka panjang.
*Hadir di Jambore Pramuka : Simulasi Bahaya Api di Lapangan Bumiayu Wonomulyo*
Memasuki sore hari sekitar pukul 15.00 WITA, pergerakan personel Regu C bergeser ke Lapangan Bumiayu, Kecamatan Wonomulyo.
Kehadiran tim pemadam di lokasi tersebut adalah untuk mengawal sekaligus mengisi materi dalam rangkaian kegiatan besar Jambore Pramuka tingkat kabupaten.
Di hadapan ratusan anggota pramuka, petugas Damkar memberikan pelatihan intensif mengenai pencegahan kebakaran praktis, simulasi pemadaman api menggunakan kain basah, serta pengoperasian Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
Melalui pembekalan ini, para kader pramuka diharapkan mampu menjadi agen keselamatan kerja dan lingkungan di gugus depan masing-masing serta memiliki kesiapan mental yang matang saat menghadapi situasi darurat di alam terbuka maupun pemukiman.
*Animal Rescue : Selamatkan Sumur Warga Luyo dari Serangan Biawak*
Menutup rangkaian tugas di hari Jumat, operasi penyelamatan beralih ke penanganan gangguan satwa liar (animal rescue). Kali ini, giliran personel dari Regu Damkar Kecamatan Wonomulyo yang diperbantukan untuk mengevakuasi seekor biawak berukuran besar yang terjebak di dalam sumur milik seorang warga di Kecamatan Luyo.
Laporan darurat diterima posko via WhatsApp pada pukul 17.15 WITA dari kediaman Bapak H. M. Nasir Rahmat yang beralamat di Jalan Poros Tutar, Desa Mambu Timur, Kecamatan Luyo.
Petugas langsung berangkat ke lokasi pada pukul 17.33 WITA dan memulai proses evakuasi taktis dari pukul 18.06 hingga 19.32 WITA.
- Kendala di Lapangan : Dalamnya struktur sumur sempat menyulitkan ruang gerak anggota di lapangan. Untuk menyiasatinya, petugas terpaksa menurunkan tangga portabel serta mengoperasikan mesin pompa pengisap air (Alcom) guna menguras sebagian volume air sumur agar mempermudah pemetaan posisi hewan.
* Hasil Eksekusi : Menggunakan tongkat penjepit khusus (snake tongs), biawak dengan panjang mencapai 82 centimeter tersebut berhasil dievakuasi dari dasar sumur dalam kondisi hidup tanpa menimbulkan cedera ataupun korban jiwa. Satwa tersebut langsung diamankan ke dalam kandang transit untuk selanjutnya dilepaskan kembali ke habitat alaminya yang jauh dari pemukiman.
Pasca-evakuasi, tim Damkar memberikan edukasi kepada pemilik rumah dan tetangga sekitar agar mengantisipasi kejadian serupa di kemudian hari.
Warga diimbau untuk selalu menutup rapat bibir sumur serta disiplin dalam mengelola sisa makanan rumah tangga agar tidak memancing kedatangan hewan liar atau predator ke area domestik.(*)
Penulis/Pewarta:
Muh.Robbani
Editor:
Andi Sri Hasmuliaty
Redaksi/Publizher:
Andi Rosha




