Jacob Ereste :
*Komitmen Bersama GMRI di Yayasan Bambu Indonesia Untuk Kebangkitan Spiritual Global*
Alqantaranews.id ,- Acara rutin Kamis-Senin, 11 Juni 2026 GMRI (Gerakan Moral Rekonsiliasi Indonesia) silaturahmi ke kediaman Abah Jatnika Nanggamiharja, Jl. Srikaya Blok E. 3 No. 1 Bumi, Cibinong, Bogor. Jawa Barat yang indah dan asri dengan tatanan arsitektur dan konstruksi khusus rumah dengan bahan baku bambu.
Ketua Yayasan Bambu Indonesia ini, memang tak cuma dikenal sebagai Bapak Bambu Indonesia, karena selain terbilang pakar perbambuan di Indonesia, Abah Jatnika Nanggamiharja juga terkenal sebagai pendekar silat Cimande. Tentu saja gelar sebagai seniman pengrajin bambu hingga menjadi petani bambu dilakukannya sebagai bagian dari ekspresi kecintaannya terhadap lingkungan.
Kawasan pemukiman tempat tinggalnya yang juga merangkap semacam sanggar, paguyuban atau lapak latihan pencak silat Cimande, semakin melengkapi komplek yang lebih bersifat serba guna yang dibangun dari bahan bambu dengan seni arsitektur yang apik, dirangkai dalam konstruksinya yang khas, dominan ditautkan dengan tali ijuk yang telah menjadi langka untuk ditemukan, pada masa pra dan awal kemerdekaan bangsa Indonesia.
Lelaki kelahiran Cikadang, Sukabumi, 2 Oktober 1956 ini tak hanya berdarah Pasundan, karena Ibundanya berasal dari Bagelen, Purworejo, Jawa Tengah dan masih memiliki titisan dari kerabat keraton.
Wawasan dan kecerdasan spiritual Abah Jatnika kayak bumbung bertemu penutup, jadi klop dan asyik berbicara tentang nilai-nilai spiritual bersama Kolonel Deden Sumarlin bersama sang permaisuri serta Johan Silalahi yang sangat menaruh perhatian pada dimensi spiritual yang sangat diperlukan untuk menyejukkan suasana hingga gonjang-ganjing di negeri kita yang semakin tidak menentu, lantaran tercerabut dari akar budaya tradisi yang sangat kuat mengukuhkan kepribadian bangsa yang mengajar dalam pada etika, moral dan akhlak mulia manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Abah Jatnika Nanggamiharja pun Pasih mengurai esensi dari sila Pancasila yang saling terkait antara sila yang satu dengan sila lainnya. Ibarat rukun sholat, Bu satu diantara Alfa atau terabaikan, maka secara keseluruhan sila-sila dari Pancasila itu otomatis batal.
Dalam teknik konstruksi, kata Abah beragam jenis bambu mempunyai kelebihan untuk digunakan membangun rumah atau gedung. Mulai dari pondasi (bambu Gombong), tiang (bambu Betung) hingga atap (bambu APUS). Dasarnya semua bangunan bambu dia angkat dari tradisi dan budaya Sunda yang sudah ada sejak jaman bahela.
Manfaat bambu pun rebungnya sangat enak untuk sayuran, kerajinan anyaman untuk perabotan rumah tangga (bakul) dan perlengkapan kerja (keranjang). Sejak menekuni teknik bahan bambu, Abah Jatnika Nanggamiharja telah memproduksi tak kurang dari 3.000 rumah bambu, baik untuk dalam negeri maupun yang dibawa ekspor ke luar negeri.
Pertemuan bersama GMRI yang cukup singkat dan padat sambil menikmati makan malam dan minum kopi, telah mengukuhkan kesepakatan untuk untuk bersinergi membangun gerakan kebangkitan spiritual untuk spiritual global melalui diplomasi dan jalinan persaudaraan antar bangsa di dunia yang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat. Komitmen ini diyakinkan oleh Johan Silalahi dan Letkol Deden Sumarlin kepada Sri Eko Sriyanto Galgendu sebagai Pemimpin Spiritual Nusantara.
Cibinong, 11 Juni 2026
Editor:
Andi Fadal Ali
Redaksi Publizher:
Andi Rosha
